Mengenal Tri Ernawati, Si Ratu Tenis yang Melambungkan Nama Indonesia

Modisa Ratnasari

Jakarta – Nama Tri Ernawati mungkin tak sefamiliar legenda tenis Indonesia lainnya, seperti Yayuk Basuki atau Angga Kartawidjaja. Namun, kiprahnya yang gemilang di lapangan hijau telah memberikan kontribusi penting bagi olahraga tenis tanah air.

Lahir di Surabaya pada 11 Oktober 1962, Tri Ernawati memulai perjalanan tenisnya sejak usia dini. Dengan bakat dan kerja kerasnya yang luar biasa, ia dengan cepat mencuri perhatian para pelatih.

Prestasi Gemilang

Pada tahun 1982, Tri Ernawati berhasil meraih gelar juara tunggal putri pada Kejuaraan Nasional Tenis Indonesia. Kesuksesan ini menjadi titik awal dari serangkaian prestasi gemilang yang akan mengiringinya.

Dua tahun berikutnya, ia kembali membuat sejarah dengan menjadi petenis putri Indonesia pertama yang berhasil meraih medali emas di ajang SEA Games. Prestasi ini ia pertahankan selama tiga kali berturut-turut, yaitu pada SEA Games 1984, 1985, dan 1987.

Namun, puncak kejayaan Tri Ernawati datang pada Kejuaraan Asian Games 1986 di Korea Selatan. Dalam kompetisi bergengsi tersebut, ia berhasil menyabet dua medali emas di nomor tunggal putri dan ganda putri bersama Suzana Anggarkusuma.

Gaya Permainan

Tri Ernawati dikenal dengan gaya permainannya yang agresif dan bertenaga. Ia memiliki pergerakan kaki yang cepat dan pukulan yang keras dan terarah. Selain itu, ia juga memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan semangat juang yang pantang menyerah.

Kemampuannya dalam menempatkan bola dengan akurat membuat lawan-lawannya kesulitan untuk mengantisipasi pukulannya. Ia juga memiliki kemampuan servis yang mumpuni, yang memberinya keuntungan dalam mengawali pertandingan.

Pengaruh bagi Tenis Indonesia

Prestasi Tri Ernawati tidak hanya membawa kejayaan bagi dirinya sendiri, tetapi juga memberikan pengaruh positif bagi perkembangan tenis di Indonesia. Kiprahnya menginspirasi banyak generasi muda untuk terjun ke dunia tenis dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Ia juga menjadi role model bagi para petenis putri Indonesia, membuktikan bahwa perempuan Indonesia juga mampu bersaing di level dunia. Kesuksesannya membuka jalan bagi petenis-petenis putri Indonesia lainnya untuk meraih prestasi serupa.

Kehidupan Pasca Pensiun

Setelah pensiun dari dunia tenis, Tri Ernawati tetap aktif di bidang olahraga. Ia mendirikan sekolah tenis yang bertujuan untuk mengasah bakat-bakat muda dan memajukan tenis di Indonesia.

Selain itu, ia juga menjabat sebagai pengurus di beberapa organisasi tenis nasional, antara lain Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti). Pengalaman dan pengetahuannya tentang tenis sangat dihargai dan menjadi sumber inspirasi bagi para pengurus dan atlet tenis muda.

Penghargaan dan Pengakuan

Atas kontribusinya bagi olahraga tenis Indonesia, Tri Ernawati telah menerima berbagai penghargaan dan pengakuan. Pada tahun 2018, ia dianugerahi penghargaan Lifetime Achievement Award dari Pelti.

Namanya juga diabadikan di Hall of Fame Olahraga Indonesia sebagai bentuk apresiasi atas prestasi dan dedikasinya dalam memajukan olahraga tenis tanah air.

Kesimpulan

Tri Ernawati adalah sosok yang telah memberikan kontribusi besar bagi olahraga tenis Indonesia. Prestasinya yang gemilang, gaya permainannya yang khas, dan pengaruh positifnya terhadap perkembangan tenis di tanah air telah mengukir namanya sebagai salah satu legenda tenis Indonesia yang akan selalu dikenang.

Also Read

Bagikan:

Ads - Before Footer