Pendahuluan
Gerakan kebangkitan nasional Indonesia ditandai dengan munculnya berbagai organisasi pribumi, salah satunya adalah Tri Koro Dharmo. Organisasi ini memainkan peran penting dalam menyatukan pemuda Indonesia dan menumbuhkan kesadaran nasional. Menilik sejarahnya, faktor-faktor di balik berdirinya Tri Koro Dharmo menjadi menarik untuk ditelusuri.
Faktor Internal
-
Nasionalisme dan Keinginan untuk Bersatu:
Pemuda Indonesia pada awal abad ke-20 memiliki semangat nasionalisme yang tinggi. Mereka mendambakan persatuan dan kesatuan bangsa yang bebas dari penjajahan. Tri Koro Dharmo menjadi wadah bagi pemuda untuk mengekspresikan aspirasi ini. -
Budaya Jawa dan Konsep Tri Dharma:
Budaya Jawa sangat berpengaruh dalam membentuk nilai-nilai Tri Koro Dharmo. Konsep Tri Dharma, yang terdiri dari kebajikan, keberanian, dan kebijaksanaan, menjadi dasar filosofis organisasi ini. -
Pengaruh Pendidikan dan Organisasi Pemuda:
Pendidikan modern yang disebarkan oleh pemerintah kolonial Belanda membuka wawasan pemuda Indonesia. Mereka mulai membentuk organisasi pemuda, seperti Budi Utomo dan Sarekat Islam, yang memberikan inspirasi bagi berdirinya Tri Koro Dharmo.
Faktor Eksternal
-
Kebijakan Pendidikan Kolonial:
Pemerintah kolonial Belanda menerapkan kebijakan pendidikan yang diskriminatif, membatasi akses pendidikan bagi penduduk pribumi. Hal ini mendorong munculnya rasa ketidakadilan dan keinginan untuk memperjuangkan pendidikan yang lebih baik. -
Pengaruh Pergerakan Nasional:
Pergerakan nasional, seperti Budi Utomo dan Sarekat Islam, memperkuat sentimen kebangsaan dan mempromosikan gagasan persatuan. Tri Koro Dharmo menjadi bagian dari gerakan ini dan turut berkontribusi pada perjuangan kemerdekaan Indonesia. -
Dukungan Tokoh Nasional:
Tokoh-tokoh nasional, seperti HOS Tjokroaminoto dan Ki Hajar Dewantara, memberikan dukungan dan bimbingan kepada Tri Koro Dharmo. Mereka melihat organisasi ini sebagai wadah untuk mengembangkan potensi pemuda Indonesia.
Tahapan Berdirinya Tri Koro Dharmo
-
Gagasan Awal:
Gagasan awal pembentukan Tri Koro Dharmo muncul pada tahun 1915 di Solo, Jawa Tengah. Sekelompok pemuda, antara lain Ki Hajar Dewantara, R.M.P. Sosrokartono, dan R.T.A. Tirtokusumo, membahas perlunya sebuah organisasi pemuda yang berlandaskan nilai-nilai budaya Jawa. -
Persiapan dan Pendirian:
Pada tahun 1917, di Yogyakarta, persiapan pendirian Tri Koro Dharmo dimulai. Organisasi ini secara resmi berdiri pada tanggal 7 Maret 1918 di Bandung, dengan tujuan utama menyatukan pemuda Indonesia dan memperjuangkan kemajuan bangsa. -
Perkembangan dan Pengaruh:
Tri Koro Dharmo berkembang pesat dan memiliki cabang di berbagai daerah di Indonesia. Organisasi ini aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan, dan politik. Tri Koro Dharmo memainkan peran penting dalam mempersiapkan pemuda Indonesia untuk perjuangan kemerdekaan.
Kesimpulan
Berdirinya organisasi Tri Koro Dharmo merupakan hasil dari perpaduan faktor internal dan eksternal. Faktor-faktor internal, seperti nasionalisme, budaya Jawa, dan pengaruh pendidikan, membentuk landasan filosofis dan tujuan organisasi. Sementara itu, faktor eksternal, seperti kebijakan pendidikan kolonial, pergerakan nasional, dan dukungan tokoh nasional, menciptakan lingkungan yang kondusif untuk berdirinya Tri Koro Dharmo. Organisasi ini menjadi wadah bagi pemuda Indonesia untuk memperjuangkan persatuan, kemajuan, dan kemerdekaan bangsa Indonesia.