Organisasi Tri Koro Dharmo: Tonggak Sejarah Persatuan Indonesia

Dimas Mardiansyah

Organisasi Tri Koro Dharmo merupakan salah satu organisasi pergerakan nasional yang memiliki peran penting dalam sejarah Indonesia. Organisasi ini didirikan sebagai wadah bagi kaum muda keturunan Jawa, Madura, dan Bali untuk memperjuangkan nasib bangsa Indonesia yang sedang dijajah oleh Belanda.

Kapan dan Di Mana Tri Koro Dharmo Didirikan?

Organisasi Tri Koro Dharmo didirikan pada tanggal 7 Maret 1915 di Gedung Handels Vereniging (sekarang Gedung Bank Indonesia), Jalan Candra Naya, Jakarta Pusat. Didirikan oleh tiga mahasiswa kedokteran STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen) yang terdiri dari:

  • Dr. Soetomo (Jawa)
  • Dr. Goenawan Mangoenkoesoemo (Madura)
  • Dr. Radjiman Wedyodiningrat (Bali)

Latar Belakang Pendirian

Pendirian Tri Koro Dharmo didorong oleh beberapa faktor, di antaranya:

  • Semangat Kebangsaan yang Meningkat: Keberhasilan perjuangan Boedi Oetomo (organisasi pergerakan nasional pertama) telah menggugah semangat kebangsaan di kalangan kaum muda pribumi.
  • Diskriminasi Pemerintah Kolonial: Pemerintah kolonial Belanda menerapkan kebijakan diskriminatif yang membatasi hak-hak dan peluang bagi kaum pribumi, termasuk dalam bidang pendidikan dan pekerjaan.
  • Perbedaan Etnis dan Budaya: Kaum muda keturunan Jawa, Madura, dan Bali merasa mempunyai ikatan kultural dan bahasa yang sama, sehingga mereka ingin membentuk sebuah organisasi yang dapat memperkuat persatuan di antara mereka.

Tujuan dan Kegiatan

Tujuan utama pendirian Tri Koro Dharmo adalah untuk:

  • Memupuk persatuan dan kesatuan di antara kaum muda keturunan Jawa, Madura, dan Bali.
  • Meningkatkan pendidikan dan kesadaran politik bagi para anggotanya.
  • Memperjuangkan hak-hak dan kepentingan kaum pribumi.

Dalam mencapai tujuannya, Tri Koro Dharmo melakukan berbagai kegiatan, antara lain:

  • Kegiatan Pendidikan: Menerbitkan majalah dan buku-buku yang berisi artikel tentang sejarah, budaya, dan pergerakan nasional. Menyelenggarakan kursus-kursus dan membuka perpustakaan.
  • Kegiatan Politik: Berpartisipasi dalam rapat-rapat politik, menggalang dukungan untuk perjuangan kemerdekaan, dan menuntut reformasi dari pemerintah kolonial.
  • Kegiatan Sosial: Mendirikan koperasi untuk membantu anggota yang mengalami kesulitan ekonomi, serta memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Perkembangan dan Dampak

Tri Koro Dharmo berkembang pesat dan memiliki pengaruh yang cukup besar dalam pergerakan nasional. Keanggotaannya terus bertambah dan memiliki cabang di berbagai daerah di Indonesia. Organisasi ini memainkan peran penting dalam:

  • Pendorong Persatuan Nasional: Tri Koro Dharmo membantu menjembatani perbedaan etnis dan budaya di antara kaum muda pribumi, sehingga memperkokoh persatuan Indonesia.
  • Penggerak Pendidikan: Kegiatan pendidikan Tri Koro Dharmo telah membantu meningkatkan kesadaran politik dan intelektual bagi para anggotanya.
  • Pemicu Perjuangan Kemerdekaan: Tri Koro Dharmo menjadi salah satu organisasi yang turut mempersiapkan dan menggerakkan perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Perpecahan dan Peleburan

Pada tahun 1930, Tri Koro Dharmo mengalami perpecahan karena perbedaan pandangan politik di antara anggotanya. Sebagian anggota yang berhaluan moderat mendukung kerja sama dengan pemerintah kolonial, sementara yang lain berpendirian radikal dan ingin mempercepat kemerdekaan.

Perpecahan ini menyebabkan Tri Koro Dharmo terpecah menjadi dua organisasi, yaitu:

  • Partai Indonesia (Partindo): Dipimpin oleh Soetomo dan Radjiman Wedyodiningrat, berhaluan moderat dan mendukung kerja sama dengan pemerintah kolonial.
  • Pendidikan Nasional Indonesia (PNI): Dipimpin oleh Goenawan Mangoenkoesoemo, berhaluan radikal dan ingin mempercepat kemerdekaan.

Kemudian, pada tahun 1948, Partindo dan PNI bergabung kembali membentuk Partai Nasional Indonesia (PNI). PNI menjadi salah satu partai politik terbesar dan berpengaruh dalam sejarah Indonesia.

Kesimpulan

Organisasi Tri Koro Dharmo merupakan tonggak sejarah penting dalam pergerakan nasional Indonesia. Didirikan pada tanggal 7 Maret 1915, organisasi ini menjadi wadah bagi kaum muda keturunan Jawa, Madura, dan Bali untuk memperjuangkan persatuan, pendidikan, dan kemerdekaan Indonesia. Peran serta Tri Koro Dharmo dalam mempersiapkan dan memperkuat perjuangan kemerdekaan Indonesia sangatlah besar.

Also Read

Bagikan:

Ads - Before Footer