Sosok Dibalik Tri Tura: Menilik Peran Mahasiswa dalam Sejarah Perjuangan Indonesia

Bagas Setyawan

Pengantar

Tritura atau Tri Tuntutan Rakyat merupakan lembar baru dalam perjuangan mahasiswa di Indonesia. Lahir di tengah kondisi sosial dan politik yang memanas, Tri Tura menjadi simbol aspirasi mahasiswa yang berjuang demi perubahan bangsa. Namun, siapa sebenarnya sosok di balik gerakan yang menggemparkan ini? Artikel ini akan mengulas secara detail peran sentral mahasiswa dalam mencetuskan Tri Tura.

Kronologi Peristiwa

Lahirnya Tri Tura tidak dapat dilepaskan dari situasi Indonesia pada tahun 1966. Kesalahan ekonomi, korupsi, dan kesenjangan sosial di era Orde Lama memicu gelombang protes di berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa.

Pada 10 Januari 1966, mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) menggelar aksi demonstrasi di depan gedung DPR-GR. Mereka menuntut pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI) yang dianggap bertanggung jawab atas peristiwa G30S/PKI.

Aksi mahasiswa ini kemudian merambah ke universitas lain di Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Desakan mahasiswa untuk membubarkan PKI disambut baik oleh masyarakat yang telah lama menyimpan keresahan terhadap Partai tersebut.

Pada 12 Januari 1966, mahasiswa kembali menggelar aksi di depan Istana Merdeka. Mereka menyampaikan tiga tuntutan yang kemudian dikenal sebagai Tri Tura, yaitu:

  1. Pembubaran PKI
  2. Pembersihan kabinet dari unsur-unsur PKI
  3. Penurunan harga bahan pokok

Peran Mahasiswa dalam Pencetusan Tri Tura

Mahasiswa memainkan peran yang sangat krusial dalam mencetuskan Tri Tura. Mereka menjadi ujung tombak gerakan protes terhadap pemerintah Orde Lama.

Hariman Siregar, "Bapak Tri Tura"

Sosok yang paling erat dikaitkan dengan Tri Tura adalah Hariman Siregar. Sebagai Ketua Senat Mahasiswa UI, Hariman memimpin aksi demonstrasi mahasiswa pada 10 Januari 1966 yang mengawali gerakan Tri Tura.

Hariman dikenal sebagai orator ulung yang mampu membakar semangat mahasiswa untuk memperjuangkan perubahan. Ia juga aktif menulis artikel-artikel kritis yang mengupas permasalahan bangsa dan menggugah kesadaran mahasiswa.

Ali Sadikin, "Pelindung" Mahasiswa

Ali Sadikin, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, memberikan dukungan yang signifikan terhadap gerakan mahasiswa. Ali Sadikin memberikan izin kepada mahasiswa untuk menggelar aksi demonstrasi dan menyediakan fasilitas seperti pengeras suara dan panggung.

Dukungan Ali Sadikin menjadi faktor penting dalam keberhasilan gerakan mahasiswa. Ia menjadi penghubung antara mahasiswa dengan pemerintah yang saat itu dipimpin oleh Presiden Soekarno.

Dukungan Masyarakat

Selain mahasiswa dan Ali Sadikin, gerakan Tri Tura juga mendapat dukungan luas dari masyarakat. Masyarakat yang sudah muak dengan kondisi politik dan ekonomi di era Orde Lama memberikan dukungan moral dan material kepada mahasiswa.

Dukungan masyarakat ini menjadi bukti bahwa Tri Tura tidak hanya merupakan tuntutan mahasiswa, tetapi juga aspirasi rakyat Indonesia secara keseluruhan.

Dampak Gerakan Tri Tura

Gerakan Tri Tura berdampak signifikan terhadap arah perjalanan bangsa Indonesia. Tuntutan mahasiswa dipenuhi oleh pemerintah, yang berujung pada pembubaran PKI, pembersihan kabinet, dan penurunan harga bahan pokok.

Selain itu, gerakan Tri Tura juga menjadi titik balik dalam sejarah perjuangan mahasiswa Indonesia. Mahasiswa menyadari bahwa mereka memiliki peran penting dalam mengawal perubahan dan memperjuangkan aspirasi rakyat.

Warisan Tri Tura

Semangat Tri Tura masih terus menginspirasi perjuangan mahasiswa di Indonesia hingga saat ini. Gerakan mahasiswa yang lahir setelah Tri Tura, seperti reformasi 1998 dan gerakan antikorupsi, tak lepas dari pengaruh Tri Tura.

Tri Tura menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia memiliki sejarah panjang dalam memperjuangkan perubahan bangsa. Mereka selalu hadir di garis depan, menyuarakan aspirasi rakyat dan mengawal demokrasi.

Kesimpulan

Sosok di balik Tri Tura adalah Hariman Siregar, Ali Sadikin, dan dukungan masyarakat. Mereka memainkan peran penting dalam mencetuskan dan memperjuangkan tuntutan mahasiswa yang kemudian membawa perubahan bagi Indonesia.

Gerakan Tri Tura menjadi tonggak sejarah perjuangan mahasiswa Indonesia. Ia mengajarkan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan dan pengawal demokrasi. Semangat Tri Tura terus menginspirasi mahasiswa di Indonesia untuk terus memperjuangkan aspirasi rakyat dan mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

Also Read

Bagikan:

Ads - Before Footer